Lembaga Hukum Adat Panglima Laot

Panglima Laot adalah sebuah lembaga nelayan yang telah memainkan sebuah peranan yang dominan dalam memerintah industri perikanan selama lebih dari empat (4) abad. Lembaga tradisional ini disusun atas sebuah jaringan lepas dari persatuan nelayan-nelayan lokal yang mengikuti seperangkat hukum/peraturan dan kebijakan-kebijakan yang telah baku. Saat ini ada sekitar seratus sembilan puluh tiga (193) Panglima Laot di Aceh, masing-masing secara khusus berpusat di sebuah kuala atau pelabuhan. Istilah “Panglima Laot” merupakan sebuah nama Lembaga dan juga merupakan gelar/jabatan dari seorang nelayan/Pawang yang dituakan yang memimpin Lembaga tersebut. Panglima Laot dipilih untuk mewakili para nelayan dan memelihara adat yang ada di kuala. Tanggung jawab para Panglima Laot termasuk dalam hal menentukan letak parkir kapal di sungai, mengadili perselisihan-perselisihan, menentukan besarnya kerugian saat sebuah kapal nelayan merusak atau menyebabkan kerugian terhadap kapal nelayan lainnya, mengkomunikasikan perubahan-perubahan dalam kebijakan penangkapan ikan, serta mengatur upaya-upaya penyelamatan dan menjaga ketentuan-ketentuan umum. Panglima Laot memiliki otoritas dan kewenangan untuk memberikan larangan melaut selama satu (1) minggu bagi setiap pelanggaran peraturan/hukum yang dilakukan oleh seorang nelayan ; bila nelayan tersebut tetap melanggar peraturan/hukum tersebut, maka Panglima Laot dapat mengeluarkan nelayan tersebut dari keanggotaan Lembaga Panglima Laot.

English

Panglima Laot is a fishermen institution which has played a dominant role in governing the fishing industry in Aceh for over four centuries. The traditional institution is composed of a loose network of localized fishermen associations that follow a strict set of rules and regulations. There are currently one hundred and ninety-three (193) Panglima Laot in Aceh, each one is typically centered around an estuary or a harbour. The term "Panglima Laot" is both the name of the institution as well as the title of the elder fishermen who leads the organization. The Panglima Laot is elected (usually an elder fishermen) to represent them and maintain order in the estuary.  Their responsibilities include assigning parking places in the river, arbitrating disputes, determining damages should one fishermen’s boat damage another, communicating changes in fishing regulations, organizing rescues as well as just maintaining general order. Should a fisherman violate the code of conduct, the Panglima Laot has the authority to "ground" the boat for a week at a time; if the fisherman were to continue to disobey the rules the Panglima Laot can banish the boat from the river or harbour.